Kamis, 11 Oktober 2018

Secuil Kisah dari Kota dengan Ratusan Menara

Oktober 11, 2018 1 Comments
Sumber foto: “FULL: Nestapa Dari Praha - Kisah WNI Korban Kerasnya Revolusi”. - CNN Inodnesia
https://www.youtube.com/watch?v=S1mfxiRcVe4

Tadi iseng nonton YouTube, tepatnya kanal CNN Indonesia. Muncul satu tayangan berjudul “Nestapa Dari Praha - Kisah WNI Korban Kerasnya Revolusi” yang diunggah pada tanggal 1 Oktober 2016. Dalam tayangan tersebut, hadir para eksil 1965 yang dulu mendapat ikatan dinas/beasiswa ke luar negeri—salah satunya di Praha, Republik Ceko.

Mereka menceritakan masa-masa itu. Tujuan mereka ke luar negeri sebagai pelajar. Apabila nanti sudah selesai, mereka akan kembali ke Indonesia. Tetapi, harapan harus terhenti karena adanya peristiwa besar di tahun 1965.

Mereka dihadapkan pada dua pilihan, yaitu setuju dengan rezim pemerintahan saat itu atau tidak setuju. Jika setuju, mereka akan dipulangkan ke Indonesia. Jika tidak, paspor Indonesia mereka tidak diperpanjang, dicabut, dan tidak diakui sebagai WNI.

Terdapat dua kubu, yaitu setuju dan tidak setuju. Bahkan ada pula yang tidak tahu-menahu mengenai peristiwa saat itu. Mereka yang tidak setuju, tidak tahu, dan tidak ikut screening mendatangi KBRI karena ingin pulang ke Indonesia, tapi ditolak. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, bukan hanya kehilangan kewarganegaraan, tetapi segala biaya pendidikan dan lain-lain pun diputus. Mereka harus bekerja mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup di sana, seperti Bapak Karsidi dan Tjokorda Agung—rombongan eksil pertama yang tiba di Praha.

Pada tahun 1998, kedudukan pemeritahan saat itu sedang goyah. Ada beberapa harapan yang muncul di depan mereka. Pertama, ingin Indonesia kembali menjadi negara demokrasi parlementer. Sekali pun rezim saat itu misalnya kembali naik, semoga tidak totaliter. Kedua, mereka dapat pulang ke Indonesia.

Rezim totaliter itu akhirnya runtuh. Beberapa eksil 1965 bisa kembali ke Indonesia. Di sana muncul kesedihan, seperti yang dialami oleh Bapak Suhardono. Saat ia pergi ikatan dinas ke Praha, jumlah anggota keluarganya 10 orang, termasuk bapaknya. Akan tetapi, saat ia kembali yang tersisa hanya 5 orang. Bapaknya sudah meninggal. Selama ini ia hanya berkomunikasi dengan kemenakannya.

Puluhan tahun para eksil 1965 tidak memiliki kewarganegaraan, baik Indonesia atau pun Republik Ceko. Alasan mengapa mereka tidak memiliki kewarganegaraan karena masih berharap identitas keindonesiaannya kembali. Tetapi, harapan mereka tidak terwujud.

Kini, pada akhirnya mereka menjadi Warga Negara Republik Ceko. Menurut mereka, ini sudah menjadi jalan hidup dan tidak ada yang perlu disesali. Kewarganegaraan berubah bukan berarti kecintaan mereka terhadap Indonesia ikut berubah atau menghilang. Mereka tetap merasa sebagai bagian dari Indonesia.


Sumber referensi
CNN Indonesia. 2016. “FULL: Nestapa Dari Praha - Kisah WNI Korban Kerasnya Revolusi”. https://www.youtube.com/watch?v=S1mfxiRcVe4 (diakses 11 Oktober 2018).

Kamis, 28 Desember 2017

Libur telah tiba!💣

Desember 28, 2017 0 Comments
Libur telah tiba! libur telah tiba!
Hore! Hore! Hore!
Simpanlah tas dan bukumu.
Lupakan keluh kesahmu. 
Libur telah tiba! libur telah tiba!
Hatiku gembira!

Semester 3 akhirnya usai juga!
Kalau boleh jujur, semester ini terasa lebih berat untuk dijalani daripada semester sebelumnya--semester 1 dan 2. Perjalanan semester ini mulanya baik-baik aja, lancar-lancar aja. Akan tetapi, di pertengahan jalan menginjak kerikil, beling, paku, dan segala bentuk rintangan. #njay
UAS semuanya take home, kecuali bahasa Isyarat dan Pengkajian Drama. Bisa ditebak apa yang terjadi? numpuk semua tugas-tugas akhir tersebut. Ada dua mata kuliah yang UASnya dikumpulkan lewat dari waktu yang ditentukan, yaitu Morfologi dan Pengkajian Naskah Klasik.

Sekarang sudah waktunya untuk meliburkan diri. Meliburkan diri dari segala bentuk kegiatan perkuliahan dan segala yang berhubungan dengannya. Selamat liburan semuanya!!😜💗


Rabu, 09 Agustus 2017

Sajak untuk Kamu

Agustus 09, 2017 0 Comments



Mencintai kamu dari hari ke hari tidak pernah membuatku bosan.
Mendengar suaramu adalah sebuah kewajiban.
Melihatmu adalah sebuah kebutuhan.
Hadirmu mewarnai hari.
Tak pernah kukira cinta sedahsyat ini.
Pelukanmu mampu memberikan kenyamanan.
Genggaman tanganmu mampu menyalurkan kehangatan dan ketegaran.
Denganmu, banyak hal yang dapat dilakukan.
Denganmu, kutemukan kebahagiaan.
Senyum dan tawamu mampu membuatku kasmaran.
Darimu ku tahu apa itu arti ketulusan dan kesetiaan.
Cintamu, candu bagiku.

                                         Jakarta, 17 Januari 2017






**Sebenarnya ini saya buat pada tanggal di atas. Tetapi, baru hari ini saya share ke sini. Selamat menikmati indahnya hari, bersama orang terkasih!